Berita

PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya

10 April 2026
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
PT Bio Inti Agrindo dan BBKSDA Merauke Kembali Melakukan Pelepasliaran Satwa ke Habitat Aslinya
1 / 4

MERAUKE, 10 April 2025 –  PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Merauke kembali melaksanakan kegiatan pelepasliaran satwa liar ke habitat alaminya sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem.

Satwa yang dilepasliarkan antara lain Ular Sanca Permata (Morelia amethistina), Ular Bibir Putih (Leiopython albertisii), Sanca Hijau (Morelia viridis), Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita), Biawak (Varanus), Walabi Lincah (Macropus agillis), serta Buaya Muara (Crocodylus porosus).

Seluruh satwa tersebut berasal dari hasil pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) serta serahan masyarakat. Sebelum dilepasliarkan, satwa ditampung di kandang habituasi, diberikan perawatan khusus, dan dipastikan dalam kondisi sehat.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan Environmental, Social, and Governance (ESG) PT BIA. Bersama KSDA, perusahaan telah membangun dan menjalankan sistem patroli hutan berbasis masyarakat, melaksanakan monitoring keanekaragaman hayati, serta mendukung pembangunan mata pencaharian berkelanjutan.

“Satwa yang kita lepasliarkan hari ini bukan sekadar individu, melainkan simbol keberlanjutan ekosistem Papua dan identitas masyarakat lokal,” ujar Kong Byung Sung, Presiden Direktur PT BIA.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, serta satwa yang sudah dilepasliarkan dapat hidup di habitat alaminya dan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tambah Kong Byung Sung.

“Pelepasliaran ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian satwa liar di Papua,” ujar Agung Widya, Kepala Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke.

Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan KSDA dalam pengembangan patroli hutan berbasis Masyarakat serta monitoring keanekaragaman hayati guna menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

“Kerja sama KSDA Wilayah 1 Merauke dan PT BIA ini menjadi Langkah nyata perlindungan satwa papua yang terancam diburu dan disalahgunakan untuk memantau populasi lalu habitat para satwa tetap terjaga dengan baik.” ujar Agung Widya, Kepala Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke.

Kami menyadari bahwa program ini tidak akan berhasiltanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap momentum hari ini dapat semakin memperkuat kelaborasi kedepan.