Suaka Margasatwa Danau Bian (Bian Project) dipilih karena kawasan ini memberikan manfaat langsung bagi komunitas adat Papua yang bergantung pada ekosistem hutan untuk identitas budaya dan mata pencaharian. Kawasan yang ditetapkan sebagai suaka margasatwa sejak 1990 ini memiliki keanekaragaman hayati luar biasa dan berfungsi sebagai area tangkapan air penting. Pemilihan LBWR sejalan dengan komitmen NDPE dan keanggotaan RSPO Sajak 2018, mendukung penerapan Prinsip 7.12 RSPO P&C 2018 untuk perlindungan area bernilai konservasi tinggi di luar konsesi. Dengan lokasi yang berbatasan langsung dengan area PT BIA, karakteristik hutan serupa (like-for-like), dan status IUCN Kategori IV, Bian Project menjadi kawasan strategis untuk memperkuat upaya konservasi yang memberi manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat lokal.
Melindungi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui BIAN Project Keanekaragaman Hayati di kawasan Suaka Margasatwa Danau Bian dan zona penyangganya. Program ini dirancang untuk menjaga hutan dan ekosistem penting Papua, meningkatkan kualitas air dan keanekaragaman hayati, mencegah kehilangan tutupan hutan, serta memperkuat peran masyarakat adat melalui pengelolaan bersama dan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan. Pendekatan berbasis lanskap ini menjadi fondasi jangka panjang untuk memastikan bahwa upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi masa kini maupun mendatang. Program ini mencakup delapan kampung: Selil, Kindiki, Muting, Boha, Pachas, Waan, Kolam, dan Selauw dengan fokus menciptakan keseimbangan antara konservasi ekosistem dan pembangunan sosial–ekonomi berkelanjutan.
Area Proyek ini dipilih sesuai dengan persyaratan RSPO Annex 6 RaCP, yang secara khusus mengacu pada prinsip-prinsip berikut:

Dengan pendekatan Theory of Change yang dirancang secara ilmiah dan selaras dengan Standar Konservasi Internasional, proyek ini mengadopsi pendekatan berbasis pengetahuan untuk memastikan bahwa setiap strategi konservasi bersifat terukur, relevan, dan akuntabel. Analisis ekologi dan sosial yang mendalam menjadi dasar dalam mencapai hasil jangka panjang yang berkeadilan bagi masyarakat lokal. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengurangi ancaman yang ada maupun yang muncul terhadap LBWR, sehingga konservasi ekosistem darat dan perairan, keanekaragaman hayati, serta jasa ekosistem dapat terjaga dalam jangka panjang. Hal ini akan dicapai melalui lima pendekatan strategis yang saling terkait.
- Peningkatan pengelolaan LBWR melalui pendekatan pengelolaan bersama dan pemantauan hutan.
-
Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan mata pencaharian berbasis pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
-
Keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam melalui program insentif konservasi
-
Penerapan Pengelolaan Kebakaran Terpadu (Integrated Fire Management/IFM) di tingkat lanskap
-
Advokasi penerapan praktik pengelolaan terbaik oleh seluruh pemangku kepentingan di lanskap
HASIL UTAMA PROYEK
Pemantauan dan evaluasi Proyek akan dilakukan melalui penggunaan indikator terukur yang mencakup efisiensi, efektivitas, dan dampak. Kemajuan pelaksanaan akan didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala, serta dievaluasi berdasarkan capaian yang telah ditetapkan dalam linimasa implementasi.

KOLABORASI
PT BIA bekerja sama dengan BBKSDA Papua sebagai otoritas kawasan konservasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, konsultan, dan LSM. Tabel berikut menggambarkan daftar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan BIAN Project:
