SM danau Bian ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa sejak 1990, memiliki keanekaragaan hayati yang luar biasa, hutan dataran rendah, rawa dan area yang berfungsi sebagai tangkapan air yang sangat penting untuk Merauke, serta termasuk dalam IUCN kategori IV, yang kareakteristik hutannya serupa (like for like) dan lokasinya berbatasan langsung dengan PT Bio Inti Agrindo (PT BIA).
PT BIA bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Papua (BBKSDA Papua) dalam ruang lingkup penguatan fungsi kawasan konservasi sejak Oktober 2023, kerjasama ini bertujuan untuk penguatan fungsi kawasan SM Danau Bian sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Serta mitigasi ancaman yang ada saat ini dan potensi ancaman dimasa mendatang. Tujuan program dapat dicapai dengan lima pendeketan strategis.
Area Proyek ini dipilih sesuai dengan persyaratan RSPO Annex 6 RaCP, yang secara khusus mengacu pada prinsip-prinsip berikut:

Dengan pendekatan Theory of Change yang dirancang secara ilmiah dan selaras dengan Standar Konservasi Internasional, proyek ini mengadopsi pendekatan berbasis pengetahuan untuk memastikan bahwa setiap strategi konservasi bersifat terukur, relevan, dan akuntabel. Analisis ekologi dan sosial yang mendalam menjadi dasar dalam mencapai hasil jangka panjang yang berkeadilan bagi masyarakat lokal. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengurangi ancaman yang ada maupun yang muncul terhadap BIAN, sehingga konservasi ekosistem darat dan perairan, keanekaragaman hayati, serta jasa ekosistem dapat terjaga dalam jangka panjang. Hal ini akan dicapai melalui lima pendekatan strategis yang saling terkait.
- Peningkatan pengelolaan LBWR melalui pendekatan pengelolaan bersama dan pemantauan hutan.
-
Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan mata pencaharian berbasis pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
-
Keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam melalui program insentif konservasi
-
Penerapan Pengelolaan Kebakaran Terpadu (Integrated Fire Management/IFM) di tingkat lanskap
-
Advokasi penerapan praktik pengelolaan terbaik oleh seluruh pemangku kepentingan di lanskap
TARGET UTAMA PROYEK
Pemantauan dan evaluasi Proyek akan dilakukan melalui penggunaan indikator terukur yang mencakup efisiensi, efektivitas, dan dampak. Kemajuan pelaksanaan akan didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala, serta dievaluasi berdasarkan capaian yang telah ditetapkan dalam linimasa implementasi.

PROGRES BIAN PROJECT
Proyek Bian terus berjalan sesuai rencana, dengan pencapaian utama pada aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan secara bertahap.

KOLABORASI
PT BIA bekerja sama dengan BBKSDA Papua sebagai otoritas kawasan konservasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, konsultan, dan LSM. Tabel berikut menggambarkan daftar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan BIAN Project:
