Berita
PT BIO INTI AGRINDO PERKUAT DIALOG SOSIAL MASYARAKAT DAN KOLABORASI BERSAMA MASYARAKAT ADAT PAPUA SELATAN
12 Mei 2026
MERAUKE, 12 Mei 2026 – PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip keterbukaan, penghormatan hak masyarakat adat, dan pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan Forum Komunikasi Komunitas yang berlangsung di Hotel Halogen Merauke pada 12 Mei 2026.
Dialog sosial kali ini tampak berbeda, karena dari pertemuan ini para peserta yang hadir sepakat untuk membentuk forum komunikasi komunitas agar lebih terarah dan rutin. Di antaranya Ketua Marga Basik-Basik, Ketua Marga Mahuze Besar, Ketua Marga Omba dari Sub Marga Basik-Basik, Ketua Marga Mahuze Milafo, Ketua Marga Mahuze Kewam, serta para Tuan Dusun Mahuze Milafo bersama jajaran manajemen PT BIA. Forum komunikasi komunitas akan dilakukan 2 kali pertemuan rutin setiap tahun.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola sosial dan transparansi, PT BIA kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atau PADIATAPA melalui pendekatan dialog, konsultasi, dan kesepakatan bersama masyarakat adat, sekaligus mensosialisasikan mekanisme penyampaian saran dan keluhan (Grievance Mechanism) yang dapat diakses melalui berbagai jalur komunikasi resmi perusahaan dengan prinsip keterbukaan, verifikasi, dan penyelesaian secara dialogis.
PT BIA juga menyampaikan bahwa keberadaan Masyarakat Adat sangat mendukung kegiatan operasional Perusahaan, malalui kebun plasma mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat meningkat dan keberlanjutan.
“Perusahaan percaya bahwa keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan saling menghormati menjadi fondasi utama hubungan jangka panjang kami bersama masyarakat adat di Papua Selatan,” ujar Erwan Kepala Kantor dan Manager Humas PT Bio Inti Agrindo
“Dari proses dan komunikasi yang kami alami secara langsung, kami melihat adanya komitmen PT BIA dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat adat. Ke depan, komunikasi rutin dan pembentukan tim bersama perlu terus diperkuat agar koordinasi, kerja sama, dan pendampingan antara PT BIA dan masyarakat hukum adat dapat berjalan berkelanjutan.” Ujar Linus Batia Omba, Ketua Marga Omba
“Kami mengapresiasi program PT BIA dan berharap ke depan dapat diberikan pelatihan pengelolaan keuangan bagi masyarakat agar manfaat program dapat dikelola lebih baik.” Tambah Donatus M. Kewam, Ketua Marga Mahuze Kewam
PT BIA menegaskan komitmennya menjaga kualitas air melalui pemantauan berkala setiap semester bersama tenaga bersertifikat, perwakilan masyarakat adat, dan Dinas Lingkungan Hidup, dengan pengujian laboratorium terakreditasi KAN yang menunjukkan kualitas air masih memenuhi baku mutu yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut juga disepakati pembentukan Forum Komunikasi Komunitas sebagai wadah dialog rutin antara perusahaan dan masyarakat yang akan dilaksanakan minimal dua kali setahun. Selain itu, PT BIA menyampaikan bahwa implementasi plasma telah rampung 100%, dimana 20% area HGU telah dialokasikan kepada koperasi plasma masyarakat dengan tetap memperhatikan prinsip transparansi dan keberlanjutan.
Melalui forum ini, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi konstruktif terkait pendidikan, penguatan kapasitas pengelolaan keuangan koperasi, pengembangan generasi muda, dan keberlanjutan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat adat. PT BIA menyambut seluruh masukan tersebut sebagai bagian penting dari proses perbaikan dan penguatan hubungan jangka panjang.
Ke depan, PT BIA berkomitmen untuk terus memperkuat pendekatan kolaboratif, menghormati nilai adat dan budaya lokal, serta memastikan pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.